Rizal Ramli Ekonom Bertangan Dingin, BNI Bisa Terbang Lebih Tinggi

Penunjukan Rizal Ramli sebagai Komisaris Utama Bank BNI 46 dapat dipastikan  sebagai angin segar  untuk  kemajuan  bank  plat  merah  itu  dan perekonomian nasional,  karena  beberapa jabatan strategis dalam ekonomi nasional pernah dipegangnya.

Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memutuskan menunjuk mantan Menko Perekonomian  Rizal Ramli sebagai Komisaris Utama dan Achmad Baiquni sebagai Direktur Utama Bank BNI.

Sebelumnya kabar ini sudah berhembus dan telah diperkirakan para ekonom. Namun, kepastiannya akhirnya datang juga.Susunan Komisaris yang baru dihasilkan dalam RUPS tadi siang adalah sebagai berikut :

  • Komisaris Utama,  Rizal Ramli
  • Wakil Komisaris Utama/Independen, Pradjoto (Ketua Dewan Etik Perbanas)
  • Komisaris Independen, Anny Ratnawati (mantan Wakil Menkeu)
  • Komisaris Independen, Jos Luhukay (mantan Wakil Dirut Bank Danamon)
  • Komisaris, Pataniari Siahaan (Dosen FH Univ Trisakti)
  • Komisaris Independen, Zulkifli Zaini (Komisaris PLN)
  • Komisaris, Revrisond Baswir Kepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM)
  • Komisaris Independen, Daniel T Sparringa (Komisaris BNI)
  • Komisaris, Kiagus A Badaruddin (Komisaris BNI).

Di era Presiden Abdurrahman Wahid, ia dipercaya menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) sepanjang Maret 2000 sampai Februari 2001.

Rizal Ramli juga diangkat menjadi penasihat ahli Perserikatan Bangsa Bangsa bersama ekonom internasional lainnya seperti peraih Nobel Ekonomi, Prof. Amartya Sen  dari Harvard University.

Jejak menonjol Rizal Ramli atau RR di ranah mikro tampak ketika dia melakukan operasi penyelamatan  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Atau ketika dia berhasil menggaet Rp 5 triliun dari Indosat dan Telkom untuk menambal APBN yang jebol. Uang itu ia peroleh tanpa harus menjual selembar pun saham PT Telkom dan Indosat.

Ia pun pernah sukses menghentikan rush yang melanda Bank Internasoinal Indonesia (BII) ketika bank milik taipan Eka Tjipta Wijaya itu kehilangan kepercayaan deposannya. Padahal waktu itu Bank Dunia dan IMF sudah menyarankan agar pemerintah melikuidasi BII dengan biaya sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Lagi-lagi, RR tidak memakai sesenpun uang pemerintah untuk menyelamatkan BII.

Kinerja gemilang RR atau di kalangan Nahdliyin disapa Gus Romli ini  juga  tampak ketika  menjadi Komisaris Utama PT Semen Gresik. Di  bawah komando RR,  Semen Gresik Grup tampil sebagai salah satu BUMN terbaik dengan menempati peringkat ke-7. Padahal, sebelumnya PT SG selalu tercecer di luar 20 besar. Laba bersih tahun 2007 melonjak 37 persen dari Rp1,3 triliun tahun sebelumnya jadi Rp1,8  triliun.  Inilah kinerja terbaik sepanjang sejarah berdirinya PT Semen Gresik.

Nama Rizal sempat melambung sebagai tokoh oposisi yang kritis di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, bahkan sempat terancam masuk penjara karena pidatonya yang dianggap subversif pada tahun 2008.

Di awal pemerintahan Joko Widodo, Rizal sempat melontarkan sebuah ide brilian menghadapi krisis subsidi bahan bakar minyak, yang dikenal juga sebagai “Jalan Tengah  Rizal  Ramli”.

Ia  mengusulkan agar BBM yang beredar di pasar dibagi dua jenis. Jenis pertama adalah “BBM rakyat” yang beroktan 80-83 (saat ini jenis premium beroktan 88). Jenis kedua, “BBM super” dengan oktan 92 untuk jenis Pertamax dan oktan 94 untuk Pertamax Plus.

Kini publik menunggu gebrakan besar Rizal membangun bank plat merah terbesar ketiga itu.

Bertangan Dingin

Jejak gemilang RR di bidang makro dan mikro ekonomi juga terekam pada banyak kisah. Rizal Ramli juga dikenal sebagai ekonom bertangan dingin. Ketika menjadi Sekretaris Komite Kebijakan Sek-tor Keuangan (KKSK), Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Menko Perekonomian. Sejumlah kebijakan terobosannya terbukti mampu menjadi solusi yang cepat dan tepat.

Di Bulog, misalnya, Rizal Ramli ingin menghendaki citra bulog yang lebih baik. Langkah restrukturisasi besar-besaran pun mulai digulirkan. Terjadi pergantian dan mutasi lima jabatan eselon satu dan dua. Semua itu dilakukan agar Bulog menjadi organisasi yang transparan, akuntabel, dan lebih profesional.

Keberpihakan kepada para petani, diwujudkan dalam bentuk peningkatan pembelian gabah, bukan beras dari petani. Bukan rahasia lagi, pembelian beras oleh Bulog kerap menimbulkan ke- curangan yang dilakukan oleh para tengkulak. Mereka membeli beras petani, kemudian dioplos dengan beras impor, lalu dijual ke bulog.

Cara seperti itu, tentu saja merugikan para petani karena berasyang dihasilkan di sawahnya cuma sebagian kecil yang dibeli oleh Bulog. Itulah sebabnya sebagai Kepala Bulog, Rizal Ramli kerap turun ke lapangan, ke desa-desa untuk bertemu dengan para petani.

Dia juga melakukan sejumlah perubahan radikal. Antara lain, merapikan rekening-rekening ‘liar’ yang jumlahnya mencapai 119 rekening menjadi hanya 19 rekening saja. RR pun memerintahkan sistem akuntansi Bulog diubah supaya lebih transparan dan accountable. Dana off budget harus menjadi on budget. Dia mewariskan Rp1,5 Trilliun dari Bulog hasil penghematan  Ini menjadi sukses negosiasi utang terbesar dalam sejarah Indonesia!

Juga ada kisah suksesnya merestrukturisasi seluruh kredit property, UKM, dan petani tahun 2000. RR berhasil menggaet dana hingga Rp 4,2 triliun tanpa menjual selembarpun saham BUMN. Caranya, dia menghapus cross ownership alias kepemilikan silang dan manajemen silang (cross management) antara PT Telkom dan PT Indosat di puluhan anak perusahaannya.

Lewat  kebijakan  ini,   negara memperoleh pendapatan berupa penjualan silang saham dan pajak revaluasi aset kedua perusahaan senilai  Rp  4,2 triliun.

Dan yang tidak kalah pentingnya , kedua perusahaan tersebut jadi bisa bersaing secara sehat. Ujung- ujungnya, konsumen juga diuntungkan.

Kesimpulan apa yang bisa dipetik dari ‘penugasan’ RR di BNI sebagai Komut? Kalau kita ber- husnudzon alias positive thinking, maka anggap saja pemerintah sedang minta tolong dia merapikan BNI. Dengan begitu, diharapkan BNI bisa terbang lebih tinggi lagi. Ujung-ujungnya BNI akan mampu memberi kontribusi lebih kepada para stakeholedersnya, baik pemerintah, pemegang saham, karyawan, dan juga rakyat Indonesia melalui setoran dividen dan pajakpajaknya ke negara. Begitu, kan?.

 

Rizal Ramli DibutuhkanUntuk Selamatkan Perekonomian Bangsa

Penunjukan ekonom senior DR. Rizal Ramli,Sebagai Komisaris Bank Negara Indonesia (BNI) 46 diyakini dapat menyelamatkan perekonomian Indonesia yang semakin Rapuh

Dosen Kebijakan Publik Universitas Prof. Moetopo (Beragama) Jakarta, Lukman Hakim S.Sos,Msi berpendapat,ditunjuknya Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden Abdurahman Wahid itu bisa menjalankan konsepsi Trisakti dan agenda Nawa Cita yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo

Presiden Jokowi Sadar,dia tidak dapat berharap pada tim Ekonominya yang condong ke paham Neo Liberalisme untuk menjalankankonsepsi Trisakti dan Nawa Cita dan agenda kesejahteraan rakyat.Karena itu dia menunjuk RR,”kata Lukman Hakim, dalam keteranganya

Lukman Menegaskan,Isu mengenai penunjukandoktor ekonomi asal Universiry Boston itu guna membungkan suara0suara kritis sangat tidak masuk akal. Disisi lain,rekam jejak Rizal diyakini sangan mumpuniuntuk mengisi jabatan itu.

Dicontohkanya,keberpihakan Rizal pada kemandirian ekonomi,yakni melakukanpenyelamatan PT PLN dan berhasil menggaet dana segar sebesar 5 Trilliun dariIndosat dan Telkom untuk menambahAPBN yang jebol,tanpa hatus menjual selembarpun sahamk ketiga perusahaan tersebut.

Prestasi Lainya saat menjabat Komisaris Utama PT Semen Gresik,RR berhasil menempatkan diperingkat 1o besar sebagai salah satu BUMN terbaik, tandasnya

Tulisan ini diambil dari Majalah GARDA,edisi 341/Th.XVII  Juni 2015