Kemenangan Tergantung pada Cawapres

 

“Jembatan Emas” yang dicita-citakan oleh Bung Karno tidak akan dapat terwujud bila calon presiden Indonesia ke depan hanya bermodalkan popularitas, tanpa mampu mewujudkan perjuangan Trisakti: berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya. Memang tidak ada yang salah dari seorang calon presiden yang populer, tapi jika ia ternyata tidak memahami esensi perjuangan anti neo-kolonialisme (atau anti neoliberalisme), maka rakyat dan bangsa sekali lagi akan dikorbankan. Modal asing tentu tidak ditolak, selama ia tidak melakukan penghisapan yang keterlaluan terhadap rakyat dan bangsa Indonesia. Pencabutan subsidi BBM juga tentu tidak ditolak, selama sistem tata kelola migas sudah jauh lebih efisien dan standar hidup rakyat Indonesia sudah jauh lebih baik. Jadi untuk capres yang populer tersebut harus dipilihkan pendamping atau cawapres yang mengerti masalah pokok yang dihadapi rakyat dan juga mampu untuk menyelesaikannya. Cawapres tersebut juga harus terhindar dari segala rekam jejak KKN di masa lalu yang berpotensi menyandera gerak kepemimpinan nasional ke depan.     

Karena itulah Lingkar Studi Perjuangan (LSP) berinisiatif untuk meluncurkan nama-nama yang dapat dianggap sebagai cawapres yang mampu membangun “Jembatan Emas” tersebut. Berikut ini adalah 4 nama calon wakil presiden berdasarkan salah satu harian nasional: Abraham Samad, Jusuf Kalla, Ryamizard Ryacudu, dan Rizal Ramli. Menggunakan metode matriks “kedaulatan +”, yang mengukur parameter-parameter sebagai berikut: visi dan bukti Trisakti; rekam jejak KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme); kepemimpinan; pluralisme; jaringan internasional; luas konstituen; serta keberpihakan kepada rakyat. LSP kemudian mencoba menilai keempat calon pendamping ideal itu dalam ukuran yang disebut sebagai indeks “kedaulatan +. Di bawah ini adalah hasil indeks kedaulatan + untuk dari yang tertinggi hingga terendah:

Tabel 1. Calon Wakil Presiden

Nama Figur

Indeks Kedaulatan + (Skala 0-100)

Rizal Ramli

88

Ryamizard Ryacudu

67

Abraham Samad

63

Jusuf Kalla

50

   

Dapat dilihat padaTabel 1 tentang “Calon Wakil Presiden”, bagaimana Rizal Ramli merupakan tokoh yang mendapatkan nilai indeks kedaulatan + yang tertinggi. Seperti kita tahu, Rizal Ramli adalah pejuang ekonomi rakyat yang rekam jejaknya selama puluhan tahun dalam membela kedaulatan bangsa, kedaulatan rakyat, dan pluralisme tidak diragukan lagi. Dalam hal perjuangan pemberantasan KKN, nama Rizal Ramli juga cukup bersinar- mengingat prestasi ekonom senior ini yang sukses memberantas korupsi di Bulog, juga bagaimana opini ahlinya kerap dijadikan rujukan untuk skandal-skandal korupsi besar seperti Century dan BLBI. Apalagi dukungan konstituen untuk si penasehat ahli PBB ini juga cukup luas: dari gerakan mahasiswa pro demokrasi seluruh Indonesia, para pemimpin serikat buruh, para petani dan pedagang kecil, hingga kalangan NU kultural. Semoga dengan memasangkan capres populer dengan Rizal Ramli, “Jembatas Emas” untuk mencapai Trisakti sesuai cita-cita Bung Karno dapat terbangun di 2014.

 

Jakarta, 11 Mei 2014

 

Gede Sandra

(Peneliti LSP)

 

 

Matriks dan Indeks Kedaulatan +

Kira-kira setahun lalu Lingkar Studi Perjuangan (LSP) meluncurkan matriks integritas dan matriks keberpihakan. Kini - dua bulan menjelang Pilpres 2014- karena kebutuhan situasi, saat di mana-mana mengemuka soal-soal Trisakti, LSP menimbang dan putuskan untuk menerbitkan matrik yang berikutnya. Matriks yang tidak hanya memuat visi dan bukti dari perjuangan mewujudkan Trisakti- berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan- tetapi melainkan juga harus memenuhi cita-cita dari pemerintahan Indonesia di masa mendatang: yang bebas dari korupsi, pluralis, efektif, dan berpihak pada rakyat.

Karena memuat gabungan dari kedaulatan nasional dan kedaulatan rakyat sekaligus, ditambah (plus) integritas dan kepemimpinan, maka matriks tersebut LSP namai matriks kedaulatan + (plus). Matriks kedaulatan + adalah suatu alat saring (filter) berdasarkan rekam jejak yang terdiri atas beberapa komponen, yaitu: visi dan bukti Trisakti; bukti KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme); kepemimpinan; pluralisme; jaringan internasional; luas konstituen; serta keberpihakan kepada rakyat dan konstitusi. Dalam pengumpulan komponen-komponen tersebut, kami dibantu oleh alat pencari (search engine) di dunia internet dengan target sampelnya adalah media-media online nasional-lokal dan media/blog komunitas.

Adapun tokoh-tokoh yang berusaha LSP saring terdiri dari tujuh (4) orang, yang menurut kami merupakan “Calon Pendamping Terkuat” yang dimunculkan di sebuah harian nasional1, adalah sebagai berikut:

  1. Rizal Ramli
  2. Ryamizard Ryacudu
  3. Abraham Samad
  4. Jusuf Kalla

Keempat nama tersebut adalah para tokoh terbaik di Indonesia yang sedang atau pernah memimpin lembaga pemerintahan (kabinet dan kementerian), penegak hukum (KPK), atau pertahanan-keamanan (Tentara Nasional Indonesia). Kesemuanya bahkan sudah secara terang-terangan berkeinginan untuk menjadi calon presiden.

Pada masing-masing komponen matriks kedaulatan +, terdapat penilaian dari 0 (-), 1 (+), 2 (++), dan 3 (+++). Di mana 0 (-) merupakan penilaian terendah/terburuk dan 3 (+++) merupakan penilaian tertinggi/terbaik. Pada saat terakhir, setelah seluruh kolom komponen diisi tanda (-) atau (+), keseluruhan perolehan penilaian akan diakumulasikan dan dibagi dengan 24 (akumulasi tertinggi yang mungkin dicapai) dikalikan 100, menghasilkan suatu ukuran yang kami sebut sebagai indeks kedaulatan +. Di bawah ini adalah tabel matriks kedaulatan yang telah disusun berdasarkan komponen-komponen yang telah disebutkan:

 

No

Nama

I*

II*

III*

IV*

V*

VI*

VII*

VIII*

Indeks Kedaulatan +

1.

Abraham Samad

+++2

+

+++

+++3

+

-

+4

+++5

63

2.

Jusuf Kalla

-

-

+6

+++7

+++8

+++9

++10

-11

50

3.

Ryamizard Ryacudu

+++12

+

+++

+++13

+

-

++14

+++15

67

4.

Rizal Ramli

+++16

++17

+++

++18

+++19

+++20

++22

+++21

88

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*) Keterangan:

  • Komponen I          = Visi Trisakti
  • Komponen II         = Bukti Trisakti
  • Komponen III        = KKN
  • Komponen IV        = Kepemimpinan & Prestasi
  • Komponen V         = Pluralisme
  • Komponen VI        = Jaringan Internasional
  • Komponen VII       = Konstituen
  • Komponen VIII      = Keberpihakan kepada Rakyat

Setelah proses penyaringan bekerja, saat dilakukan penghitungan akhir atas akumulasi nilai masing-masing komponen, hasil indeks kedaulatan + menunjukkan bahwa, dari keempat figur, Rizal Ramli adalah figur yang meraih nilai indeks tertinggi (88), sedangkan Jusuf Kalla adalah figur dengan nilai indeks yang terendah (50).

 

CATATAN KAKI

 

[1] Suara Pembaruan, Kamis,  7 Mei 2014 hal-1-2

2 http://m.beritasatu.com/ekonomi/136810-ketua-kpk-dorong-tambang-migas-asing-dinasionalisasi.html

3 http://berita.plasa.msn.com/nasional/jpnn/prestasi-kpk-jadi-inspirasi-pemberantasan-korupsi-di-asia

4 http://www.pemilu.com/berita/2014/03/abraham-samad-dapat-dukungan-jadi-cawapres/

5 http://nasional.kompas.com/read/2013/09/07/1658214/samad.kita.ini.dibodohi.terus.impor.itu.bohong

6 http://www.antikorupsi.org/id/content/gus-dur-beber-korupsi-kalla-280604

7 http://foto.inilah.com/read/detail/71900/jusuf-kalla-menerima-gelar-doktor-hc

8 http://www.suarapembaruan.com/home/belajarlah-dari-jk/11123

9 http://makassar.antaranews.com/berita/46703/puluhan-pemimpin-perdamaian-dunia-berkumpul-di-makassar-

10 http://us.m.news.viva.co.id/news/read/497320-pbnu-dukung-jusuf-kalla-jadi-cawapres

   http://m.detik.com/news/pemilu2014/read/2014/04/05/043728/2546362/1562/pkb-poso-dukung-jk-jadi-cawapres-jokowi

   http://jusufkall.info/archives/2014/04/04/dukungan-jokowi-jk-dideklarasikan-di-papua-barat/

11 http://www.antaranews.com/print/252892/

12 www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=218815:ryamizard-jangan-lupakan-karakter-pancasila&catid=17:politik&itemid=30

13 http://sinarharapan.co/news/read/140321050/ryamizard-jokowi-harus-didampingi-span-span

15 http://m.tribunnews.com/nasional/2013/06/29/bbm-naik-pemerintah-dinilai-bohongi-rakyat

16 http://www.rmol.co/read/2014/03/16/147434/Rizal-Ramli-Ekonom-Pendukung-Trisakti-

17 http://suaraguru.wordpress.com/2011/08/09/renegosiasi-kontrak-karya-pt-freeport-indonesia/

18 http://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Rizal_Ramli.jpg

19 https://id.berita.yahoo.com/rizal-bertekad-teruskan-ajaran-trisakti-dan-pluralisme-173847887.html

20 http://www.lensaindonesia.com/2013/04/11/penasihat-ekonomi-pbb-siap-bantu-kpk-bongkar-kasus-blbi.html

21 http://mobile.seruu.com/utama/politik/artikel/tolak-harga-bbm-rizal-ramli-puji-mahasiswa-dan-sesalkan-aparat

14 http://m.voaindonesia.com/a/ratusan-warga-surabaya-dukung-ryamizard-sebagai-cawapres-pendamping-jokowi/1911784.html

   http://m.detik.com/news/pemilu2014/read/2014/04/15/143245/2555719/1562/mahasiswa-deklarasikan-dukungan-untuk-ryamizard-racudu-jadi-cawapres

   http://m.beritasatu.com/politik/182611-pendukung-jokowi-di-solo-dukung-ryamizard-sebagai-bakal-cawapres.html

22http://m.okezone.com/read/2014/01/15/567/926527/nyapres-rizal-ramli-dapat-dukungan-dari-tokoh-jabar

   http://www.pikiran-rakyat.com/node/278269

   http://m.aktual.co/politik/182350500-perwakilan-buruh-sepakat-dukung-rizal-ramli-jadi-presiden