Rizal Ramli: Mohon Maaf, Departemen Pendidikan Korupsinya "Top Five"

 

Jumat, 7 Maret 2014 | 17:01 WIB
KOMPAS.com/Indra Akuntono Rizal Ramli
 


JAKARTA, KOMPAS.com — Bakal calon presiden Konvensi Rakyat, Rizal Ramli, mengkritik sektor pendidikan di Indonesia yang dinilainya banyak terjadi praktik korupsi. Bahkan, tanpa menjelaskan lebih detail, menurutnya, Kementerian Pendidikan masuk ke dalam lima besar lembaga pemerintah terkorup.

Akibatnya, kata Rizal, pendidikan di Indonesia tidak pernah berjalan dengan baik. Guru-guru tidak memiliki kompetensi yang mumpuni. Akhirnya, para siswa gagal mendapatkan ilmu yang mereka butuhkan.

"Mohon maaf ini, Departemen Pendidikan korupsinya top five. Ada guru, ada supervisor guru. Dilakukan sebuah tes, guru dapat nilai 45 dari 100. Supervisornya justru dapat 35 dari 100. Bagaimana ini?" kata Rizal dalam dalam acara "Serial Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia", di Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (7/3/2014).

Hadir dalam acara tersebut bakal capres lainnya. Dari capres Konvensi Rakyat, hadir Isran Noor dan Yusril Ihza Mahendra. Sementara dari capres Konvensi Demokrat, hadir Gita Wirjawan, Anies Baswedan, dan Ali Masykur Musa.

Rizal mengatakan, salah satu contoh yang sangat nyata dalam korupsi di Kementerian Pendidikan adalah rekrutmen guru PNS. Dia menilai, banyak guru yang diangkat menjadi PNS dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

"Saya punya sebuah lukisan. Pemuda Indonesia memegang buku dan di atasnya ada balon merah putih. Dia bisa terbang tinggi, tapi kedua kakinya dibebani KKN dan Feodalisme. Dua-duanya harus kita berantas," kata Rizal.

Padahal, kata Rizal, pada dasarnya sebenarnya anak-anak di Indonesia memiliki kemampuan akademis yang baik. Jika sistem yang korup itu diperbaiki, menurutnya, Indonesia akan mengalami kemajuan yang pesat.

http://edukasi.kompas.com/read/2014/03/07/1701201/Rizal.Ramli.Mohon.Maaf...