Rizal Ramli Resmikan Rumah Usaha Kreatif Masyarakat

 

Share :Facebook Twitter Email



image

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Rumah usaha kreatif masyarakat (UKM) diresmikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Rizal Ramli. Rumah UKM itu berada di Gondosuli, Tawangmangu.

Bimo Aji Sudarsono, Ketua Panitia mengatakan, Rumah UKM itu nantinya akan menjadi etalase bagi produk masyarakat di sekitar Tawangmangu, untuk dikenalkan kepada masyarakat. "Kami sudah memetakan potensi setiap desa. Masing-masing memiliki usaha rakyat kreatif, yang mestinya terwadahi dalam sebuah etalase untuk memasarkan produk tersebut kepada masyarakat," kata dia.

Selama ini Tawangmangu menjadi jujugan turisme. Setahun lebih dari sejuta turis lokal dan asing datang ke tempat itu, utamanya Gerojogan Sewu. Sayangnya hanya lokasi itu yang dikenal.

"Nah keterkenalan tujuan wisata utama di puncak Lawu itu harus dimanfaatkan untuk memasarkan produk rakyat. Desa yang memiliki potensi harus ditonjolkan dan juga menjadi objek kunjungan wisata," kata dia.

Gondosuli dipilih karena desa itu merupakan pintu masuk dari arah timur. Selain itu merupakan desa terdekat dengan perbatasan dari arah timur, pintu masuk ke Tawangmangu.

"Adanya jalan tembus akan menjadi salah satu sarana yang memungkinkan pemasaran produk rakuyat kepada masyarakat, khususnya turis. Karena itu sepanjang jalan utama dari perbatasan hingga Tawangmangu akan didirikan rumah UKM."

Di rumah itulah nantinya seluruh produk akan ditampung dan dipamerkan untuk menjadi salah satu yang bisa dituju oleh turis. Dan ini sangat bagus untuk memunculkan nilai tambah, meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Bimo mengatakan, Rumah UKM diprakarsai Forum Karanganyar Mapan yang dirintis Agung Yudi Prasetyo, salah seorang putra daerah Karanganyar. Dari forum itu terlahir upaya merintis berbagai sentra unggulan di wilayah Karanganyar.

Misalnya Ngargoyoso yang saat ini dikembangkan jambu biji merah yang dibentuk kotak, dijadikan keripik, pasta dan lainnya. Tawangmangu dipetakan menjadi sentra strowberi dan aneka produk lainnya.

"Kami sudah memetakan desa-desa yang ada. Misalnya ada desa sentra blangkon yang hanya ada dua di Karanganyar. Kemudian ada sentra keripik ketela, sentra wortel dan lainnya," katanya.

Rizal Ramli mengatakan, usaha kreatif akan memunculkan ide yang maju dan berimbas pada kesejahteraan. Ke depan mestinya usaha rakyat di bawah Rp 1 miliar tidak perlu dipajaki, agar mereka bisa berkembang pesat. "Selama ini kesalahan kita, usaha kecil sudah dibebani pajak sehingga keuntungannya menjadi habis. Akibatnya usaha tidak bisa berkembang besar. Ini yang harus mulai ditinggalkan," kata dia.

( Joko Dwi Hastanto / CN31 / SMNetwork )

Sumber : http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/02/12/190768