Somasi, Cara Jitu SBY Sembunyikan Masalahnya


Somasi, Cara Jitu SBY Sembunyikan Masalahnya
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (Istimewa)
Apa yang dilakukanya adalah bentuk ketakutanya terhadap berbagai isu. Kalau ini ditanggapi berlebihan, masyarakat menilai pasti ada benarnya menyangkut pemberian jabatan terhadap Boediono

Jakarta, Seruu.com - Tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam melakukan somasi terhadap beberapa kalangan yang telah menyinggung dirinya, semakin menunjukkan bahwa SBY tengah mengalami kepanikan.

 

Menurut pengurus DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Achmad Richard Supriyanto, kepanikan itu terlihat jelas saat SBY melakukan somasi terhadap Rizal Ramli, lantaran mantan Menteri Perekonomian era Presiden Gus Dur tersebut telah mengungkap adanya gratifikasi jabatan Wakil Presiden Boediono, karena telah mensukseskan bail out Bank Century senilai Rp 6,7 Triliun.

"Apa yang dilakukanya adalah bentuk ketakutanya terhadap berbagai isu. Kalau ini ditanggapi berlebihan, masyarakat menilai pasti ada benarnya menyangkut pemberian jabatan terhadap Boediono," ujar Richard dalam perbincangannya dengan Seruu.com, Kamis (30/1/2014).

Richard menambahkan, jika SBY merasa memiliki sikap negarawan, sepatutnya SBY fokus pada tugas-tugasnya sebagai kepala negara.

"Somasi yang dilakukan SBY terhadap berbagai kalangan terutama lawan politiknya sangatlah memalukan. Di akhir-akhir jabatannya, SBY seharusnya fokus saja terhadap pekerjaan rumahnya yang belum banyak selesai," tutur Richard.

Sementara itu, Sekertaris Majelis Anggota PBHI Jakarta, Hendrik Sirait berpendapat, pernyataan kritis yang dilontarkan beberapa kalangan terhadap SBY sebaiknya ditanggapi dengan penjelasan secara politik.

"Pernyataan politik harusnya nggak boleh dibawa ke ranah hukum. Lawan juga dengan politik, kalau SBY ngga terima," imbau Hendrik.

Sebagaimana diketahui, Presiden SBY melalui kuasa hukumnya, yakni, Palmer Situmorang melayangkan somasi terhadap Rizal Ramli, karena dinilai melakukan pencemaran nama baik dengan tudingan jabatan Wapres Boediono adalah gratifikasi yang diberikan SBY selaku Presiden terkait kasus Bank Century.

Pernyataan Rizal di sebuah TV pada 26 November 2013 lalu digunakan tim kuasa hukum SBY dalam surat somasinya. Surat tersebut difotokopi dan dibagikan tim kuasa hukum Rizal di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Senin 27 Januari 2014.

Pernyataan Rizal soal gratifikasi jabatan wapres itu yakni, "Dalam kasus Pak Boediono, saya percaya nggak terima uang satu rupiah pun. Tetapi in return, Pak Boediono yang tadinya tidak masuk dalam 9 calon wakil presiden, begitu Bank Century di-bail out, langsung dinominasikan sebagai calon wakil presiden."

Selain Rizal Ramli, SBY melalui kuasa hukumnya Palmer Situmorang juga melakukan somasi terhadap funsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia Sri Mulyono terkait tulisannya di blog Kompasiana. Kalimat yang diperkarakan SBY adalah "Dari Jedah SBY 'memerintahkan' KPK supaya segera menetapkan status hukum Anas 'tersangka'". [bowo]

- See more at: http://utama.seruu.com/read/2014/01/31/201619/somasi-cara-jitu-sby-sembu...

 

Jumat, 31 Januari 2014 - 07:30

Somasi, Cara Jitu SBY Sembunyikan Masalahnya

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (Istimewa)

Apa yang dilakukanya adalah bentuk ketakutanya terhadap berbagai isu. Kalau ini ditanggapi berlebihan, masyarakat menilai pasti ada benarnya menyangkut pemberian jabatan terhadap Boediono

Jakarta, Seruu.com - Tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam melakukan somasi terhadap beberapa kalangan yang telah menyinggung dirinya, semakin menunjukkan bahwa SBY tengah mengalami kepanikan.

Selasa, 28 Januari 2014 - 19:00

Menurut pengurus DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Achmad Richard Supriyanto, kepanikan itu terlihat jelas saat SBY melakukan somasi terhadap Rizal Ramli, lantaran mantan Menteri Perekonomian era Presiden Gus Dur tersebut telah mengungkap adanya gratifikasi jabatan Wakil Presiden Boediono, karena telah mensukseskan bail out Bank Century senilai Rp 6,7 Triliun.

"Apa yang dilakukanya adalah bentuk ketakutanya terhadap berbagai isu. Kalau ini ditanggapi berlebihan, masyarakat menilai pasti ada benarnya menyangkut pemberian jabatan terhadap Boediono," ujar Richard dalam perbincangannya dengan Seruu.com, Kamis (30/1/2014).

Richard menambahkan, jika SBY merasa memiliki sikap negarawan, sepatutnya SBY fokus pada tugas-tugasnya sebagai kepala negara.

"Somasi yang dilakukan SBY terhadap berbagai kalangan terutama lawan politiknya sangatlah memalukan. Di akhir-akhir jabatannya, SBY seharusnya fokus saja terhadap pekerjaan rumahnya yang belum banyak selesai," tutur Richard.

Sementara itu, Sekertaris Majelis Anggota PBHI Jakarta, Hendrik Sirait berpendapat, pernyataan kritis yang dilontarkan beberapa kalangan terhadap SBY sebaiknya ditanggapi dengan penjelasan secara politik.

"Pernyataan politik harusnya nggak boleh dibawa ke ranah hukum. Lawan juga dengan politik, kalau SBY ngga terima," imbau Hendrik.

Sebagaimana diketahui, Presiden SBY melalui kuasa hukumnya, yakni, Palmer Situmorang melayangkan somasi terhadap Rizal Ramli, karena dinilai melakukan pencemaran nama baik dengan tudingan jabatan Wapres Boediono adalah gratifikasi yang diberikan SBY selaku Presiden terkait kasus Bank Century.

Pernyataan Rizal di sebuah TV pada 26 November 2013 lalu digunakan tim kuasa hukum SBY dalam surat somasinya. Surat tersebut difotokopi dan dibagikan tim kuasa hukum Rizal di Gedung Joeang, Jakarta Pusat, Senin 27 Januari 2014.

Pernyataan Rizal soal gratifikasi jabatan wapres itu yakni, "Dalam kasus Pak Boediono, saya percaya nggak terima uang satu rupiah pun. Tetapi in return, Pak Boediono yang tadinya tidak masuk dalam 9 calon wakil presiden, begitu Bank Century di-bail out, langsung dinominasikan sebagai calon wakil presiden."

Selain Rizal Ramli, SBY melalui kuasa hukumnya Palmer Situmorang juga melakukan somasi terhadap funsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia Sri Mulyono terkait tulisannya di blog Kompasiana. Kalimat yang diperkarakan SBY adalah "Dari Jedah SBY 'memerintahkan' KPK supaya segera menetapkan status hukum Anas 'tersangka'". [bowo]

- See more at: http://utama.seruu.com/read/2014/01/31/201619/somasi-cara-jitu-sby-sembu...