Menebar Somasi, SBY Sedang Menggali Kuburnya Sendiri


Selasa, 28 Januari 2014 , 15:54:00 WIB

Laporan: Ade Mulyana



  
 

RMOL. Langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menebar somasi hukum kepada pengeritiknya, seperti DR Rizal Ramli, karena pernah menduga Boediono dijadikan wapres sebagai imbalan (grativikasi) atas suksesnya BI yg dipimpin (waktu) Boediono membailout Bank Century, dianggap langkah menggali kuburnya sendiri.

Hal ini diungkapkan koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta siang tadi (Selasa, 28/1).

Menurut Jurubicara presiden Gus Dur ini, kalau kasus grativikasi Boediono nanti sampai ke pengadilan, SBY akan kedodoran menjelaskan proses penunjukan Boediono sebagai wapres pada 2009 lalu itu.

"Nama Boediono kan tidak pernah masuk dalam deretan kandidat yang dijaring tim sembilan. Nama Boediono muncul justru pasca suksesnya bailout Bank Century yg merugikan keuangan negara lebih dari Rp 6,7 triliun," katanya.

"Kalau jawaban SBY karena Boediono dianggap memiliki kompetensi sebagai wapresnya, rakyat pasti tidak akan percaya. Karena selama hampir 5 tahun jadi wapres, Boediono benar-benar hanya sebagai ban serep. Karena publik pasti akan membandingkan dengan Jusuf Kalla yang ketika jadi wapres SBY era 2004-2009 sangat efektif," sambung dia.

Adhie juga yakin kalau Boediono ditanya apakah sudah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai wapres, pasti akan dijawab: belum!

"Makanya, kalau Rizal Ramli meladeni somasi SBY sampai ke pengadilan, saya jamin topeng kebohongan SBY dalam soal pengangkatan Boediono sebagai wapres akan terbongkar," pungkas Adhie. [dem]

Sumber : http://rmol.co/news.php?id=141658