SBY Sudah Dua Kali Mau Penjarakan DR. Rizal Ramli


Senin, 27 Januari 2014 , 14:24:00 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo




PENGACARA RIZAL RAMLI
  
 

RMOL. Rezim Susilo Bambang Yudhoyono dinilai sudah dua kali ingin memenjarakan ekonom senior Indonesia DR. Rizal Ramli lantaran dianggap kerap berseberangan dengan pemerintah.

"Saya hampir dipenjara tahun 2008 karena berbeda pendapat. Ketika itu (kami) menolak kenaikan harga BBM. Kami minta hilangkan dulu KKN di sektor migas sebelum menaikkan harga BBM. Dan itu terbukti saat ini ditangani KPK, ketua KPK mengatakan korupsi sektor migas terbesar," kata Rizal jumpa pers  di Gedung Juang, Jalan Menteng Raya, Jakarta, Senin, (27/1).

Jumpa pers ini digelar untuk menanggapi somasi yang dilayangkan pengacara keluarga Presiden SBY terhadap mantan Menko Perekonomian ini.

Melanjutkan keterangannya, Rizal menjelaskan, pada tahun 2008, ketika demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM yang berujung aksi pembakaran beberapa mobil plat merah, dirinya sedang berada di Cirebon, Jawa Barat.

"Saya diperiksa oleh polisi berhari-hari tapi tidak terbukti. Sejak tahun 2008, SBY dengan sengaja melakukan pola seperti rezim otoriter Orba dengan ingin memenjarakan orang-orang yang berseberangan pendapat dengan melakukan pola yang konyol," jelas Rizal.

Upaya pemenjaraan kedua yaitu saat Rizal dituduh ingin mengkudeta pemerintahan SBY pada tahun 2012. SBY ketika itu melakukan pertemuan dengan beberapa menterinya beserta jenderal-jenderal militer, dan beberapa pemimpin media massa soal adanya rencana kudeta.

"Kami dituduh merekayasa kudeta pemerintah pada 18 Maret 2012 oleh Presiden SBY. Para Pemred media, jenderal dan menterinya diberitahu ketika itu. Di dunia yang bisa kudeta pemerintah itu oleh pihak bersenjata, bukan sipil. Segitu galaunya SBY sampai menuduh kami," demikian Rizal. [zul]

Sumber : http://rmol.co/news.php?id=141475