Peneliti: Harusnya yang Disomasi SBY 'Wikileaks' atau 'Washington Post'

 

Senin, 27-01-2014 07:30

SBY (Istimewa)
Jakarta, Aktual.co — Jika Presiden SBY kebelet melakukan somasi, harusnya melayangkan kepada Wikileaks atau Washington Post
 
Mengapa demikian? Karena Wikileaks beberapa tahun lalu mengeluarkan bocoran yang menghebohkan, soal bagaimana SBY mempengaruhi jaksa dan hakim agung untuk melindungi figur politik yang korup.
 
"Dalam bocoran itu, Wikileaks juga menuduh SBY menggunakan wewenangnya selaku menteri senior di era Presiden Mega (2001-2004) untuk memata-matai saingan politiknya," kata Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra kepada Aktual.co di Jakarta, Minggu (26/1). 
 
Sedangkan, seperti diketahui beberapa hari lalu (21 Januari 2014) harian Washington Post mengeluarkan headline berita "Indonesian President said he believes in Witchcraft". Tulisan itu muncul setelah SBY meluncurkan buku otobiografi yang berjudul 'Selalu Ada Pilihan'.
 
"Saya sih malu punya Presiden di era teknologi dan informasi seperti saat ini dikatakan percaya ilmu santet (witchcraft). Tapi saya tidak tahu berani tidak Pak Presiden ini terhadap media asing, terutama media AS. Jangan-jangan hanya berani kepada rakyatnya saja," demikian Gede.
Ari Purwanto