Somasi SBY Rendahkan Status Kenegarawanannya

 

RIMANEWS-Belum lama ini Presiden SBY melalui pengacara keluarganya, Palmer Situmorang, melayangkan somasi kepada politikus PKS Fachri Hamzah, ekonom Rizal Ramli, dan aktivis PPI Sri Mulyono. Somasi tersebut dilayangkan karena ketiga orang tersebut dipandang telah mengeluarkan pernyataan tulisan atau lisan yang merusak nama baik keluarga Presiden SBY.

"Saya belum pernah mendengar ada presiden di mana pun di seluruh dunia yang melakukan somasi kepada rakyatnya sendiri. Sepertinya hal semacam ini hanya terjadi di Indonesia. Sungguh aneh bin ajaib."

Demikian pendapat dari peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), Gede Sandra, kepada media belum lama ini. Lebih lanjut Gede menyatakan bahwa tindakan semacam ini sangatlah tidak produktif bagi kehidupan berbangsa bernegara.

"Kita tengok lah. Para founding father kita, para pejuang bermental negarawan, mana pernah melakukan itu (somasi)?! Mereka itu membalas kritik dan fitnah dari lawan politiknya dengan pidato yang meyakinkan di hadapan rakyat. Itu baru namanya pemimpin negarawan. Artinya, dengan melakukan somasi semacam ini, Presiden SBY secara ceroboh telah merendahkan status kenegarawanan dirinya sendiri."

Menurut Gede, jika pun kebelet sekali untuk melakukan somasi, yg harus disomasi oleh Presiden adalah pihak-pihak semacam Wikileaks atau Washington Post. Wikileaks karena beberapa tahun lalu mengeluarkan bocoran yang menghebohkan soal bagaimana SBY mempengaruhi jaksa dan hakim agung untuk melindungi figur politik yg korup dan menggunakan wewenangnya selaku menteri senior di era Presiden Mega (2001-2004) untuk memata-matai saingan politiknya. Sedangkan seperti diketahui beberapa hari lalu (21 Januari 2014) harian Washington Post mengeluarkan berita yg berheadline "Indonesian President said he believes in Witchcraft", setelah membaca buku otobiografi SBY yang berjudul Selalu Ada Pilihan.

"Saya sih malu punya Presiden di era teknologi dan informasi seperti saat ini dikatakan percaya ilmu santet (witchcraft). Tapi saya tidak tau berani tidak Pak Presiden ini terhadap media asing, terutama media AS. Jangan-jangan hanya berani kepada rakyatnya saja." Demikian Gede.[ach/gde]

Sumber : http://www.rimanews.com/read/20140126/138936/somasi-sby-rendahkan-kenega...