Pengacara SBY Sembrono Mensomasi Rizal Ramli, Seratus Advokat Siap Melawan Koersi SBY Ini

RIMANEWS- Sebagai tokoh civil society,  mantan menko ekuin Rizal Ramli sangat disegani dan dihormati kalangan sipil dan TNI, kecuali advokat SBY yang kelihatan doyan cari-cari kesalahan dan arogan karena menggunakan lembaga kepresidenan sebagai basis argumen melakukan somasi : yakni dengan alasan melindungi Presiden SBY dari  kontrol, koreksi dan fitnah. Benarkah argumentasi advokat  SBY itu? Jelas  asal somasi, ngawur dan formalisme hukum belaka yang kehilangan makna dan landasan filosofinya tentang demokrasi. ''SBY rusak dengan tebaran somasi oleh advokatnya yang sembrono, menjadi murahan sekali  keluarga Cikeas akibat somasi kali ini,'' kata aktivis sosial Ir.Abdulrachim yang juga aktivis gerakan mahasiswa 1977/78 dari ITB.

Ternyata, sekitar seratus pengacara yang siap membela ekonom senior Dr Rizal Ramli menghadapi somasi dari Presiden SBY. Ratusan advokat menyatakan siap memberikan pembelaan kepada Mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur tersebut.

"Mendengar Rizal Ramli disomasi, ratusan advokat datang ke saya untuk bergabung," tegas kuasa hukum Rizal Ramli, Otto Hasibuan dalam sebuah diskusi di salah satu stasiun TV swasta, Jumat (24/1/2014).

Otto Hasibuan menyatakan, para advokat tersebut menyayangkan langkah somasi yang dilakukan Tim Advokat dan Konsultan Hukum Presiden SBY terhadap Rizal Ramli. "Mereka menyatakan siap membela Rizal Ramli untuk sama-sama melawan SBY," tandas Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu.

Sebelumnya,  Tim Advokat dan Konsultan Hukum Presiden SBY dan keluarga, Palmer Situmorang, telah melayangkan somasi kepada Rizal Ramli. Menurut Palmer, somasi dilayangkan kepada Rizal Ramli yang mengatakan bahwa jabatan Wakil Presiden (Wapres) yang diterima Boediono adalah hadiah (gratifikasi) karena ‘berhasil’ mencairkan bailout Bank Century Rp6,7 triliun.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin menyerukan kepada masyarakat dan para politisi agar tidak takut menghadapi somasi yang dilayangkan Presiden SBY. "Orang-orang yang disomasi itu jangan takut, termasuk kepada kawan-kawan para politisi, jangan takut!" seru Din di gedung DPR, Senayan, Jumat (24/1).

Din menilai, somasi yang dilayangkan tim advokat beserta konsultan hukum SBY dan keluarga merupakan bentuk kekhawatiran. Bahkan, menurutnya, somasi itu dapat menjadi bumerang dan menyulut reaksi pihak yang disomasi untuk membuktikan perkataannya.

Terlebih lagi, lanjut dia, pihak yang disomasi merupakan tokoh atau politisi yang vokal terkait sejumlah kasus korupsi, seperti skandal dana talangan Bank Century dan proyek Hambalang.  

Ia menganggap Presiden SBY sedang mengalami kekhawatiran menjelang berakhirnya kekuasaannya sebagai kepala negara. Menurutnya, tindakan tersebut justru mengancam keamanan SBY sebagai kepala negara. Mengingat, SBY bisa saja disomasi balik oleh beberapa pihak.

"Jadi itu berbahaya bagi SBY. Karena orang lain juga bisa mensomasi. Jadi ramailah nanti, somasi mensomasi," ungkap tokoh oposisi ini.

Secara terpisah, Anggota Komisi III DPR Fahri Hamzah tak gentar menghadapi ancaman somasi yang dilayangkan tim pengacara dan konsultan hukum Presiden SBY. Somasi ditujukan ke Fahri meenyusul pernyataannya mendesak KPK agar memeriksa anak kedua SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, atas dugaan terlibat kasus Hambalang.
 
Fahri mengaku sedang berada di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia mendapatkan kabar ihwal somasi tersebut dari sekretarisnya. Namun, ada yang janggal dalam surat tersebut.
 
"Ya, sudah dapat kabar telah dikirimi surat somasi. Tapi katanya surat itu belum diteken. Ada dua kolom tempat tanda tangan, tapi yang satunya kosong," kata Fahri Hamzah, Jumat (24/1/14).
 
Belakangan, surat itu bahkan ditarik lagi dengan alasan ada tanda tangan yang belum lengkap. Atas kejanggalan itu, Fahri menilai tim advokat dan konsultan hukum keluarga Presiden SBY masih amatir.
 
"Makanya nanti kita lihat saja. Sebab, kesannya mereka enggak paham apa yang terjadi. Kesannya amatir," ujar politisi PKS ini.
 
Sebelumnya, Ketua Tim Kuasa Hukum SBY, Palmer Situmorang mengatakan, pihaknya telah mensomasi Fahri atas pernyataannya yang menyudutkan keluarga SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono. Berkirim surat somasi tertanggal 17 Januari 2014, Palmer memberi tenggat waktu 10 hari bagi Fahri untuk menyampaikan tanggapan. [*]

Sumber : http://www.rimanews.com/read/20140125/138882/pengacara-sby-sembrono-mens...