Warga NU Dukung Munculnya Kuda Hitam pada Pilpres 2014

 

RIMANEWS- Kuda hitam pada Pilpres 2014 adalah Rizal Ramli PhD, demikian pandangan banyak orang. Warga Nahdliyin (NU) menyatakan mendukung  Rizal Ramli (RRI) sebagai aktor perubahan yang akan membawa Indonesia bangkit dari keterpurukan, karena itu akan mengusung RRI sebagai calon presiden atau wakil presiden 2014. ''Rizal Ramli adalah sosok terkuat dari NU selain Mahfud MD. Namun masalah ekonomi yang memburuk, butuh RRI sebagai kandidat  kuda hitam,'' kata seorang ulama di Bekasi.
 
Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh beberapa pimpinan pondok pesantren (Ponpes) se-Jabodetabek, antara lain Ponpes An Nur, Bekasi¸ dan Ponpes Alkarimiyah, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Pernyataan yang sama sempat disampaikan untuk Mahfud MD, yang juga mereka dukung jadi capres atau cawapres 2014.  Namun kini nama Rizal Ramli melambung melalui berbagai ramalan dan prediksi para ulama dan tokoh spiritual bahwa ambruknya rupiah dan terpuruknya ekonomi RI membutuhkan kepemimpinan yang kapabel, kredibel dan berintegritas serta berkapasitas teknis untuk mengatasi masalah ekuin.

Tahun 2014 adalah Tahun Perubahan dengan aktor ''kuda hitam''.  Tidak hanya aktivis, seniman, sampai politisi-negarawan meramal demikian adanya. Semua kekuatan politik memiliki "jagonya" untuk memimpin di Tahun ini. Suatu Tahun yang menurut penanggalan China adalah adalah Tahun Kuda Kayu.

Jadi jelas, maksudnya, secara ontologis-mistis, diramalkan akan muncul seorang tokoh yang akan menjadi "kuda hitam" pemenang politik di Tahun Perubahan. Perlu diketahui adalah seseorang yang sangat berjasa, tentu bersama kelompoknya, Gerakan Perubahan-gerakan demokratik yang tersebar di kalangan buruh, mahasiswa, seniman, kaum miskin kota, pedagang kecil, dan suku2 yg termarjinalkan (Badui, Syiah, Anak Dalam, dll). Dia adalah mantan menko ekuin Rizal Ramli yang juga Ketua Kadin.

Meskipun belum menyaingi fenomena Jokowi hampir, yang kenaikan tokoh ini pasti didorong oleh kebangkitan Gerakan Perubahan beberapa tahun lalu. Sebenarnya gerakan tersebut tidak hanya tersebar di ibukota, namun menjalar juga ke berbagai daerah. Penolakan massal terhadap Pencabutan subsidi BBM, pencabutan subsidi listrik, pencabutan subsidi pendidikan, dan berbagai jaring pengaman sosial lainnya- ciri perjuangan politik gerakan demokratik seluruh dunia. RR berada di tengah-tengah pucuk dari perlawanan Gerakan terhadap Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang bercorak neoliberal.

Dalam forum Dialog Kebangsaan, di Bekasi,  tahun lalu(Kamis, 25/8/13) yang dihadiri oleh ratusan santri, kaum dhuafa, dan para tokoh masyarakat, pimpinan Ponpes An Nur KH Achmad Ushtuchri menyebut Rizal Ramli sebagai kandidata yang  paling kuat dan kredibel.

Bekas aktivis mahasiswa yang pernah dipenjarakan Soeharto itu mengatakan bahwa hampir semua tokoh yang benar-benar kritis terhadap keadaan saat ini adalah murid-murid politik Gus Dur. "Insya Allah, dalam waktu dekat akan ada pemerintahan baru yang amanah, akan ada pemerintahan Gus Dur jilid kedua," tandasnya.

Dalam forum Dialog Kebangsaan tersebut para nahdliyin dan kaum dhuafa yang hadir mengungkapkan berbagai uneg-unegnya, antara lain mengenai semakin tingginya harga-harga kebutuhan pokok, mahalnya biaya pendidikan,  bertambahnya jumlah pengangguran, hingga tidak adanya keadilan dalam penegakkan hukum, termasuk kasus Nazaruddin yang memperlihatkan lembeknya komitmen pemerintahan saat ini dalam memberantas KKN. (*/RM/RMOL/ARI)

Sumber : http://www.rimanews.com/read/20140104/135039/warga-nu-dukung-munculnya-k...