Rizal Ramli: Ada Dusta, Korupsi, dan Kekerasan di Balik Kesantunan

Kamis, 05 Januari 2012 , 14:31:00 WIB

Laporan: Samrut Lellolsima


RIZAL RAMLI/IST

RMOL. Apa yang terjadi beberapa tahun belakangan memang menandakan sebuah ironi. Di satu sisi, ada kelompok masyarakat yang berada dalam zona nyaman. Mereka menganggap tak ada masalah pada bangsa ini. Di sisi lain, ada kelompok masyarakat yang berada dalam zona menyedihkan. Mereka terjerembab dalam kubangan kemiskinan karena daya beli mereka makin lama makin merosot. Dan ternyata kelompok kedualah yang menjadi mayoritas di bangsa ini

"Ternyata, demokrasi yang kita perjuangkan dengan susah payah hasilnya cuma begini. Tak bermanfaat untuk rakyat," kata ekonom Rizal Ramli dalam Kongres Perubahan di Aula Gedung YTKI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, sesaat lalu (5/1).

Hal itu, lanjut Rizal diperparah dengan sikap pemimpin yang pintar memainkan peran dalam sebuah ironitas. Di bawah kepemimpinannya yang sangat sopan, ternyata kekerasan malah berkembang biak.

"Pidatonya halus santun sopan, tapi tindakan kekerasan terus dilakukannya. Tragedi Papua, Bima, Lampung terjadi. Kekerasan terjadi di mana-mana, di seluruh Indonesia. Jadi lengkaplah sudah ini," terang Rizal dihadapan ratusan massa peserta kongres.

Kalau melihat kondisi yang terjadi saat ini, masih kata Rizal, rezim SBY-Boediono bukan hanya merupakan rezim yang pendusta dan korup, tetapi juga pantas disebut sebagai pembantai atau yang percaya dengan kekerasan.

Oleh sebab itu, pemerintahan ini sudah tak layak untuk dipertahankan. Pemilu harus segera dipercepat agar masyarakat bisa kembali sejahtera.

"Kalau kita pertahankan semakin lama akan semakin rusak sendi-sendi kehidupan kita bernegara akan semakin rusak. Oleh karenanya perubahan harus dilakukan sekarang juga," tandas Rizal yang juga tokoh Gerakan Perubahan ini.[arp]